Vaksin Pfizer Dan Astrazeneca Ampuh Lawan Covid

Penelitian dari Universitas Witwatersrand Afrika Selatan dan Universitas Oxford menunjukkan, vaksin secara signifikan mengalami penurunan keampuhan melawan varian Afrika Selatan. Dalam kedua kasus, efektivitasnya Bola Online diukur dua minggu setelah suntikan kedua dan terhadap penyakit bergejala. Varian Kent dominan di Inggris, tapi para pejabat kesehatan mengkhawatirkan varian India mungkin akan mendominasi.

Vaksin Astra Zaneca ampuh melawan varian baru covid

Laporan tersebut menyebutkan, dari 2.000 lebih peserta uji coba, tak ada yang dirawat di rumah sakit atau meninggal. Tedros pekan lalu mengatakan lebih dari tiga per empat vaksin Covid-19 yang ada hanya diberikan di 10 negara, sementara hampir a hundred thirty negara bahkan belum memulai vaksinasi sama sekali. Meskipun WHO menargetkan untuk memulai vaksinasi Covid-19 di negara-negara miskin pada saat yang sama dengan vaksinasi di negara-negara kaya, belum ada vaksin Covax yang dikirim ke negara mana pun.

Varian B.1.1.7, pertama kali ditemukan di Inggris, kemudian menyebar luas dan sekarang menjadi varian baru yang paling umum terlihat di AS. Terutama untuk jenis vaksin AstraZeneca yang digunakan belakangan setelah vaksin Sinovac. Kendati demikian, juru bicara pemerintah mengatakan The Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency atau Badan Pengaturan Produk Obat dan Kesehatan Inggris harus diberikan waktu untuk memeriksanya.

Untuk itu, Pemerintah menghimbau agar masyarakat tidak memilih-milih vaksin Covid-19. “Saat ini semua negara sama-sama tengah sama-sama membutuhkan vaksin Covid-19. Jadi vaksin dengan merek apa pun memiliki manfaat yang sama,” tutup dr. Nadia. Yang saat ini justru menjadi tantangan menurut dr. Nadia adalah soal ketersediaan vaksin.

Dari knowledge uji klinis fase 2/3 yang dipublikasikan di The Lancet, menunjukkan vaksin AstraZeneca punya efikasi hingga 70,4 persen dalam melawan gejala Covid-19 yang disebabkan oleh varian B117. Suara.com – Varian virus corona Afrika Selatan salah satu jenis yang paling mengkhawatirkan. Dr Julian Tang, ahli virologi klinis di Universitas Leicester pun mengeluarkan peringatan tentang vaksin AstraZeneca kurang efektif melindungi diri dari varian virus corona Afrika Selatan. Phil Dormitzer, salah satu ilmuwan vaksin virus terkenal dari Pfizer menuturkan hasil menggembirakan terlihat setelah vaksin tersebut tampak efektif melawan mutasi. Perusahaan produsen vaksin tersebut juga sudh melakukan studi juga ke 15 mutasi lain dan hasilnya sama. Ditambahkannya, semakin jelas bahwa perusahaan produsen vaksin perlu menyesuaikan suntikan yang ada untuk mengatasi genetik virus corona yang terus berevolusi.

“Jadi kami sekarang telah menguji 16 mutasi berbeda, dan tidak satupun dari mereka benar-benar memiliki dampak signifikan. Itu kabar baik,” kata Dormitzer. “Asumsi yang masuk akal bahwa vaksin dapat diterjemahkan ke dalam penurunan penularan yang substansial,” ujar Pollard. Pemerintah mengatakan vaksin Pfizer/BioNTech serta Oxford/AstraZeneca yang saat ini diluncurkan tampaknya bekerja dengan baik terhadap varian yang saat ini dominan di Inggris. Jika kamu telah melakukan suntikan kedua, lebih baik tanyakan ke tenaga kesehatan. Vaksin vektor adenovirus telah dikembangkan sejak lama, khususnya untuk melawan malaria, HIV, dan Ebola. Pandemi COVID-19 masih berlangsung, mari kita terus pakai 3 jurus ampuh untuk menangkis serangan si virus.

Dengan adanya lonjakan kasus COVID-19, membuat negara produsen vaksin COVID-19 ingin mengutamakan lebih dulu penggunaan vaksin untuk masyarakatnya sendiri,” tambahnya. “Yang saat ini justru menjadi tantangan adalah soal ketersediaan vaksin. Dengan adanya lonjakan kasus, membuat negara produsen vaksin ingin mengutamakan lebih dulu penggunaan vaksin untuk masyarakatnya sendiri,” ungkap Nadia. WHO juga telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko COVID-19 yang sangat serius, termasuk risiko kematian, rawat inap, dan penyakit parah. Covas sendiri berekspektasi vaksin CoronaVac hadir dengan lebih unggul dibandingkan vaksin COVID-19 lain mengingat teknologi pembuatan yang dimiliki vaksin tersebut, yakni inactivated, memasukkan virus corona yang dimatikan . Moderna menguji dosis penguat dari vaksinnya saat ini atau versi yang dirancang khusus terhadap B.1.351 dalam uji coba Fase 2 terhadap 40 orang yang telah divaksinasi enam hingga delapan bulan sebelumnya. Tingkat pelaporan untuk efek samping adalah sekitar tiga per 1.000 dosis – tingkat yang mirip dengan suntikan flu tahunan yang umum.