Vaksinasi Astrazeneca Ditunda Di Afsel, Hasil Studi Mengecewakan

“Dari 100 orang di Manaus yang sebelumnya telah pulih dari infeksi virus korona, sekitar 25 sampai sixty one di antaranya rentan terhadap infeksi ulang P1,” kata Ketua Riset, Nuno Faria. Ia berkata tim pengembang kemungkinan besar akan memiliki vaksin versi modifikasi untuk melawan varian Afrika Selatan, juga dikenal sebagai 501.V2 atau B.1.351, akhir tahun ini. Penelitian tersebut dilakukan pada sampel darah orang yang telah diberi vaksin Pfizer. Penemuan ini memang masih terbatas, karena tidak melihat rangkaian lengkap mutasi yang ditemukan pada seluruh varian baru Covid-19 yang menyebar dengan cepat, dilansir dari fin.co.id, Sabtu (9/1). Dari segi efikasi, BPOM telah melakukan klinis fase ketiga sebesar 65,3 persen dan imunogenesitas ninety nine persen. Selama program vaksinasi, efek samping yang timbul dari vaksin Sinovac ini adalah nyeri di sekitar area suntikan, gatal, hingga mengantuk.

Salah satu pilihan adalah menambahkan dosis yakni vaksinasi ketiga dari vaksin yang ada untuk meningkatkan respons imun dan mengganti setiap penurunan antibodi yang mungkin disebabkan oleh varian yang bermutasi. Badan Statistik Nasional Inggris mengatakan, gejala penyakit Covid-19 yang disebabkan oleh virus B117 umumnya relatif sama dengan varian lain, seperti batuk terus-menerus dan demam tinggi. Akan tetapi, melalui survei yang dilakukan sejak November 2020 hingga Januari 2021, ONS menyimpulkan terdapat gejala tertentu yang lebih sering muncul pada kasus infeksi B117. Ditambah dengan penyebaran virus korona yang tidak terkendali di seluruh dunia saat ini, membuat virus tersebut memiliki banyak kesempatan untuk terus bermutasi. Dia bahkan berekspektasi bahwa vaksin CoronaVac hadir dengan lebih unggul dibandingkan vaksin Covid-19 lainnya mengingat teknologi pembuatan yang dimiliki vaksin tersebut, yakni inactivated. Dia ingin memastikan masyarakat antusias dalam mengikuti program vaksinasi Covid-19 nasional.

Vaksin Astra Zaneca ampuh melawan varian baru covid

Ia menyarankan pengukuran terhadap titer antibodi setelah vaksinasi juga perlu dilakukan. Tujuannya, agar mengetahui kadar dan kemampuan antibodi yang dihasilkan lewat imunisasi untuk memproteksi virus lapangan. “Akhirnya intervensi medis maupun non-medis merupakan bagian penting yang harus dilakukan secara terukur untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Indonesia,” kata Chairul. “Sangat kecil kemungkinannya bahwa vaksin saat ini tidak akan efektif pada varian lain terutama dalam hal penyakit parah dan rawat inap,” kata Menteri Penyebaran Vaksin Nadhim Zahawi dilansir dari CNA. mengatakan penelitian itu merupakan bukti pertama di dunia nyata tentang keefektifan vaksin terhadap varian Covid-19 asal India. Pasar makanan laut Huanan di Wuhan kemungkinan menyebarkan virus corona, tetapi tidak berarti virus tersebut berasal dari tempat itu.

Meskipun begitu, WHO mengatakan, masih belum ada bukti jelas apakah varian baru ini mengakibatkan penyakit yang lebih parah ataupun dapat meningkatkan risiko kematian akibat Covid-19. Penelitian lebih lanjut dinilai perlu dilakukan untuk memahami dampak pada penularan, keparahan klinis infeksi, diagnostik laboratorium, terapeutik, vaksin, atau tindakan pencegahan kesehatan masyarakat. Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menggunakan vaksin COVID-19 Sinovac untuk melakukan program vaksinasi di Indonesia. Diketahui vaksin Sinovas merupakan virus utuh yang sudah dimatikan dan bertujuan memicu sistem kekebalan tubuh terhadap virus tanpa menimbulkan respons penyakit yang serius. Menurut information terbaru, vaksin AstraZeneca ini dilaporkan tahan terhadap varian B117 yang pertama kali terdeteksi di Inggris. Melansir Fox News, vaksin yang juga dikenal sebagai ChAdOx1 nCov-19 ini turut memberikan perlindungan terhadap B117 yang serupa jika dibandingkan dengan jenis lain.

Selain itu, dua dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif mengurangi gejala dari varian COVID-19 B1617 asal India. Sedangkan satu dosis vaksin AstraZeneca efektif mengurangi gejala hingga 33 persen pasca tiga minggu vaksin disuntikan. Sementara satu dosis vaksin AstraZeneca 50 persen efektif mengurangi gejala dari varian COVID-19 B117 setelah tiga minggu disuntikan. Dalam upaya melawan pandemi COVID-19 dengan berbagai mutasi virusnya, program vaksinasi nasional dilakukan oleh negara-negara di dunia, termasuk Indonesia. Untuk penggunaan vaksin di Indonesia, CoronaVac buatan Sinovac dan AstraZeneca menjadi dua jenis vaksin COVID-19 yang mendominasi program vaksinasi nasional yang saat ini masih terus berjalan. Sama halnya dengan vaksin buatan Sinovac, vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca-Oxford juga dikatakan efektif dalam melawan virus varian Inggris .

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON — Vaksin Oxford-AstraZeneca disebut efektif melawan varian virus korona yang menyebar dengan cepat berasal dari Inggris. Tetapi vaksin itu kemungkinan kurang efektif melawan strain Covid-19 dari Afrika Selatan. Melansir Reuters, dalam sebuah studi mereka, ditemukan bahwa vaksin Pfizer-BioNTech 88% efektif melawan penyakit simptomatik dari varian B.1.617 dua minggu setelah dosis kedua. Sementara itu dua dosis vaksin AstraZeneca 60% efektif melawan penyakit simptomatik dari varian India.

Melansir CNN, Dr. Eric Haas dari Kementerian Kesehatan Israel dan rekan melaporkan dalam jurnal medis Lancet, bahwa dua dosis vaksin Covid-19 mampu memberikan perlindungan lebih dari 95% dari infeksi, penyakit parah, dan kematian. JAKARTA, SENAYANPOST.com – Epidemiolog di Inggris menemukan bahwa varian B1617.2 atau varian Delta 60 persen lebih mudah menular dibandingkan varian Alpha atau B117 yang pertama kali ditemukan di Inggris. Keempat kasus baru ini didapatkan dari hasil pemeriksaan Whole Genome Sequencing yang dilakukan oleh Badan Litbang Kesehatan Bersama dengan sixteen Bandar Slot Online laboratorium lainnya yang ada di Indonesia. Sehingga saat ini terdapat enam kasus konfirmasi positif COVID-19, setelah sebelumnya (1/3) sudah ditemukan dua kasus positif COVID-19 dengan varian virus B117 yang merupakan pelaku perjalanan luar negeri. Karakteristik dari varian B117 ini lebih cepat menular, tetapi WHO belum mendapatkan laporan bukti bahwa virus mutasi covid-19 ini lebih tinggi tingkat keganasannya.

Penelitian yang dilakukan oleh PHE dalam rentang waktu dari 5 April hingga 16 Mei 2021 ini juga mengemukakan bahwa dua dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B1617 atau varian India. Dan juga satu dosis vaksin AstraZeneca 33 persen efektif mengurangi gejala kesakitan dari varian Covid-19 B1617 atau varian India, pascatiga pekan vaksin tersebut disuntikkan. Melalui hasil studi sementara, WHO juga melaporkan varian baru ini tidak terlalu berpengaruh terhadap kualitas vaksin yang tengah dikembangkan seperti vaksin Moderna, vaksin Pfizer, dan vaksin AstraZeneca. Misalnya, untuk vaksin buatan AstraZeneca tercatat masih efektif mencegah terjadinya infeksi akibat B117 sebesar 74 persen, meskipun untuk varian virus lainnya vaksin ini mampu mencegah infeksi hingga eighty five persen. Temuan varian mutasi virus baru ini sempat menimbulkan kekhawatiran di masyarakat terkait efektivitas vaksin, terutama untuk jenis vaksin AstraZeneca yang digunakan belakangan setelah vaksin Sinovac.