Vaksin Astrazeneca Diklaim Ampuh Lawan Varian Baru Covid

Produsen vaksin Moderna mengatakan akan terus mengembakan penelitian guna menghasilkan vaksin yang bisa melawan kemungkinan mutasi dari virus corona. Namun, Inggris menekankan bahwa otoritas kesehatan tidak menemukan bukti bahwa mutasi virus ini lebih mematikan, menyebabkan penyakit lebih parah atau bahkan vaksin kurang efektif melawannya. “Dalam uji coba kecil fase I/II, data awal menunjukkan keampuhan terbatas melawan penyakit ringan karena B.1.351 varian Afrika Selatan,” kata juru bicara AstraZeneca, dilaporkan Financial Times.

Menanggapi hasil penelitian PHE tersebut, Juru Bicara Vaksin COVID-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, hal tersebut membuktikan bahwa vaksin buatan perusahaan asal Eropa tersebut membawa manfaat yang lebih besar. Amin mengatakan saat ini ada temuan bahwa Covid-19 bermutasi ke banyak varian, sehingga muncul kekhawatiran vaksin yang dibuat berdasarkan virus asli tidak akan bisa digunakan untuk melawan varian baru tersebut. Sebab, kata Judi Slot Online dia, jika ada perubahan signifikan pada struktur virus yang menyebabkan antigen ikut berubah, antibodi yang terbentuk setelah imunisasi tidak akan bisa mengenali sifat antigen virus jenis baru tersebut. “Kalau sifatnya berubah, otomatis pengenalan antibodi akan berubah dan berkurang,” kata dia. Meski begitu, Penelitian di tempat lain menunjukkan bahwa vaksin masih membantu mengurangi kasus infeksi parah dan kematian akibat virus corona Afrika Selatan.

Vaksin Astrazeneca dan Universitas Oxford terbukti 76% efektif mencegah infeksi gejala Covid-19, dan tingkat kemanjuran meningkat dengan interval yang lebih lama antara dosis pertama dan kedua. Erlina memaparkan, vaksin produk Novavax, Johnson & Johnson dan AstraZeneca menunjukkan angka efikasi yang lebih rendah di space dengan banyak virus varian B1351 di Afrika Selatan. “Kami didorong oleh data baru ini, yang memperkuat keyakinan kami, bahwa strategi dosis penguat kami harus melindungi terhadap varian yang baru terdeteksi ini,” kata CEO Moderna Stéphane Bancel. Tes darah menunjukkan, separuh peserta ini memiliki respons antibodi yang rendah terhadap B.1.351 dan varian P.1 sebelum mereka mendapat suntikan penguat. Studi nasional pertama tentang vaksinasi Covid-19, yang dilakukan di Israel, menunjukkan vaksin Pfizer / BioNtech bekerja jauh lebih baik setelah dua dosis. Setidaknya satu penelitian menunjukkan bahwa dosis penguat dapat membantu vaksin bekerja lebih baik, sehingga penting untuk mendapatkan vaksinasi dosis lengkap.

Terkait dengan penambahan empat kasus baru konfirmasi mutasi virus COVID-19 B117, dr Nadia menyampaikan bahwa keempatnya dalam keadaan sehat, tidak ada yang diindikasikan mengalami gejala berat. Dan sampai saat ini hasil pelacakan kasus terhadap kontak erat dan keluarga juga dinyatakan tidak ada yang memiliki gejala mengarah ke COVID-19. Pada Senin negara di seluruh dunia menutup perbatasan mereka untuk Inggris lantaran khawatir dengan galur baru virus corona yang sangat menular, yang mengacaukan perjalanan dan berpotensi menyebabkan krisis pangan di Inggris. JAKARTA – Produsen vaksin COVID-19 Pfizer BioNTech mengumumkan pada Hari Kamis waktu setempat, vaksin mereka efektif hingga 91,3 persen dalam mencegah COVID-19, mengutip knowledge uji coba. Sehingga belum diketahui apakah nantinya vaksin Sinovac kedepannya bisa dikembangkan untuk mampu menciptakan kekebalan akan jenis baru virus Corona ini.

Para ahli mengataakan bahwa varian baru COVID-19 yang ditemukan di Inggris dapat menyebar lebih cepat, tetapi bukan berarti lebih mematikan. Vaksin yang dikembangkan akan tetap berfungsi, meskipun mungkin perlu penyesuaian lebih lanjut. Chairul berharap vaksinasi tak seharusnya menjadi satu-satunya intervensi yang dilakukan pemerintah untuk menekan laju penularan Covid-19.

“Dengan adanya lonjakan kasus, membuat negara produsen vaksin ingin mengutamakan lebih dulu penggunaan vaksin untuk masyarakatnya sendiri,” tambahnya. Di kesempatan yang berbeda salah satu pakar imunisasi, dr. Elizabeth Jane Soepardi mengatakan bahwa saat ini vaksin Covid-19 AstraZeneca menjadi vaksin yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. WHO juga telah menyatakan bahwa vaksin AstraZeneca aman dan efektif untuk melindungi orang dari risiko Covid-19 yang sangat serius. Sementara itu, ilmuwan Inggris memperkirakan bahwa varian B117 dapat menyebar 50 persen hingga 70 persen lebih mudah dari orang ke orang. Biasanya tubuh mampu melindungi dirinya sendiri dari virus dengan menghasilkan antibodi yang mampu melawan serangan virus dan memicu kekebalan terhadap patogen. Namun, jika patogen telah bermutasi dan antibodi yang dihasilkan sebelumnya adalah untuk melawan patogen awal, maka antibodi ini jauh kurang efektif.

Vaksin Astra Zaneca ampuh melawan varian baru covid

Dalam studi ini, mereka mengambil sampel plasma dari delapan orang yang telah disuntik vaksin Coronavac dari Sinovac. Menurut hasil penelitian, vaksin Sinovac gagal untuk menetralkan varian pada lini P.1 atau 20J/501Y.V3. Sedangkan, vaksin produk Pfizer-BioNTech dan Moderna menunjukkan tes pada serum pasien dengan infeksi virus varian B1351 memproduksi hanya sekitar sixty six persen antibodi jika dibandingkan pada virus varian awal. Perusahaan merilis temuan terbaru dari uji coba pada Maret, di mana vaksin Novavax menurunkan risiko infeksi simtomatik sebesar 55% di antara orang dewasa sehat tanpa HIV – yang menekan sistem kekebalan.

Perusahaan Jerman BioNTech mengatakan penelitian terbaru menunjukkan bahwa vaksin buatannya dapat bekerja melawan mutasi utama dalam varian virus corona yang ditemukan di Inggris dan Afrika Selatan. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan, vaksin itu dianggap kurang ampuh melawan varian baru. Padahal, Afsel sendiri telah mendapat 1 juta dosis vaksin hasil produksi Serum Institute dari India. Sedangkan dua dosis vaksin AstraZeneca 60 persen efektif melawan penyakit simptomatik dari varian India dibandingkan dengan efektivitas sixty six persen terhadap varian Kent. Lantas, apakah dua jenis vaksin tersebut ampuh untuk melawan varian virus corona yang baru? Hasil studi di beberapa negara menunjukkan vaksin Covid-19 yang beredar tetap efektif melawan varian baru virus corona.