Virus Corona Varian Baru B 117, B.1351, B.1617 Sudah Ada Di Indonesia

“Jadi dari standing yang ada sekarang yang ada masuk di rumah sakit kita masih punya room dua kali lipat di atasnya. Kalaupun naik nanti kasus konfirmasinya, dan kalau itu tembus kita masih punya kapasitas rumah sakit yang kita bisa konversi menjadi tempat COVID itu tiga kali di atasnya. Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam telekonferensi pers di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 10 Mei 2021 mengatakan varian atau mutasi virus Corona banyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan . Di sisi lain, pengaruh vaksin terhadap varian ini juga belum diketahui. Sebuah studi pracetak terpisah dari para peneliti di Imperial College London menemukan varian baru meningkatkan reproduksi virus dengan jumlah rata-rata orang yang terinfeksi orang yang positif antara zero,4 dan zero,7.

Selain itu, lanjut Pudji, pasien yang berasal dari PMI juga ditempatkan di ruang khusus. “Jumlah whole pasien Covid-19 yang kita rawat hari ini ada 26 orang. Dari jumlah tersebut, termasuk dua orang dari Bangkalan dan satu pasien PMI. “Saat ini kami siapkan sixty two tempat tidur untuk pasien positif Covid-19, yang terbagi dalam dua tempat.

“Saat ini kami tidak mengetahui signifikansi penuh varian ini, tetapi memiliki kombinasi mutasi yang serupa dengan varian lain yang menjadi perhatian internasional,” kata Kepala Virolog A&M Texas Ben Neuman. Ilmuwan A&M Texas mengatakan eksperimen berbasis kultur sel dari laboratorium lain menunjukkan bahwa beberapa antibodi penetral tidak berpengaruh dalam mengendalikan varian lain dengan penanda genetik yang sama seperti BV-1. Beberapa daerah menjadi sorotan Tim Satgas Covid-19 Pusat akibat kenaikan yang tinggi. Antara lain di Kudus Jawa Tengah, Lamongan, Bangkalan dan titik penyekatan Jembatan Suramadu. Ini harus jadi cambuk untuk kita semua agar lebih waspada,’’ tegas Dandim 0815.

Kenali varian virus corona baik yang baru maupun lama dan pahami gejala serta cara mencegah penularannya agar tidak positif Covid-19. Virus corona hasil mutasi di India dilaporkan paling banyak ditemukan di provinsi Sumatera dan Kalimantan. Sakit tenggorokan dan batuk-batuk memang sudah lumrah jadi gejala virus corona jenis lama. Untuk varian baru corona, gejala ini juga ditemukan pada sekitar 35 persen jumlah kasus sebagai gejala awal sejak terinfeksi. Jika varian itu menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, maka vaksin yang ada saat ini mungkin tidak akan efektif lagi, dan virus dapat lolos dari sistem kekebalan. Dari hasil telaahan para ahli, belum ada bukti signifikan yang menunjukkan varian baru corona lebih berbahaya, tetapi pengawasan terus dilakukan secara konstan untuk hal ini.

Alhasil, tubuh tidak mampu melakukan netralisasi virus yang masuk, sehingga virus menyebar dan menghasilkan penyakit. Namun, di India dan Nepal, varian Delta (B.1.617) telah menyebar luas. Pengurutan genom yang dilakukan oleh Institut Virologi Nasional India telah mengindentifikasi 8 jenis mutasi dari varian ini. Di Sri Lanka dan Kamboja, varian Alfa (B.1.1.7) adalah yang paling dominan. Untuk sekarang, vaksin mRNA yang diproduksi oleh BioNtech/Pfizer dan Moderna masih menjadi senjata yang efektif untuk melawan varian virus tersebut. Dan ini jadi satu-satunya cara bagi para ilmuwan mengembangkan vaksin yang tepat untuk melawan varian virus.

Dengan adanya varian baru yang muncul di India, pemerintah setempat langsung mengambil pencegahan cepat untuk memutus penyebaran virus Covid-19. Laboratorium sekuensing genom sedang mencari mutan yang memiliki Bandar Slot Online potensi signifikan untuk sangat mempengaruhi penularan penyakit. MEDAN, KOMPAS — Sumatera Utara mengantisipasi masuknya varian baru virus Covid-19 dari India yang mempunyai daya tular lebih tinggi.

Namun, tanda dan gejala klasik COVID-19 termasuk demam, sesak napas, batuk, sakit kepala, nyeri tubuh, sakit tenggorokan, anosmia, masih sering dijumpai. Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Ganip Warsito menyatakan pemerintah Indonesia serius mencegah masuknya varian baru Covid-19 ke Tanah Air. Salah satu langkahnya adalah memperketat pintu masuk ke wilayah Indonesia. Varian yang beredar di Brazil dan Afrika Selatan tampaknya memiliki mutasi yang memungkinkan virus menghindari antibodi alami dan menginfeksi kembali seseorang yang telah terinfeksi virus. Kekhawatiran tersebut didasarkan pada tes laboratorium yang menggunakan antibodi dari orang-orang dengan infeksi sebelumnya.

Salah satu gejala umum ini juga dilaporkan bersifat demam yang berkepanjangan dan lebih berpotensi membutuhkan perawatan rumah sakit. Di Inggris, identifikasi varian baru corona dengan nama B.1.1.7 yang kini menjadi salah satu varian umum dan bertanggung jawab atas 60 persen kasus penularan selama Desember 2020. Varian baru ini sangat menular dan disinyalir menjadi penyebab kenaikan risiko kematian dibandingkan virus lain, namun studi lebih lanjut dibutuhkan. Virus B.1.1.7 juga telah mulai bermunculan di berbagai bagian lain di dunia, salah satunya di Amerika Serikat pada akhir Desember 2020. Pengawasan tetap dilakukan untuk melihat apakah ada perubahan struktur protein pada varian baru corona, termasuk cara perubahan, penyebaran dan infeksi.

Varian baru dari Covid

Orang-orang di pegunungan tidak suka pergi ke rumah sakit, jadi “kita harus pergi ke mereka,” tambahnya. Di era globalisasi seperti sekarang, varian virus semacam ini dapat menyebar dengan cepat. Dan jika varian-varian baru ini semakin beradaptasi dengan inang manusianya, maka antibodi yang dibentuk oleh vaksinasi atau infeksi, tidak akan dapat melindungi kita lagi pada titik tertentu. Demi menjaga diri, tiap orang perlu mengurangi mobilitas, menghindari kerumunan, menjaga jarak. Tetap waspada meski hasil pemeriksaan tes Covid-19 negatif, sebab itu bukan jaminan terhindar dari potensi terpapar virus corona. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan varian baru virus corona yang sudah masuk ke Indonesia sejauh ini ada tiga, yakni B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan dan, yang terbaru, B1617 dari India.